
Kebakaran merupakan salah satu bencana yang masih sering kita temukan sehari-hari. Bangunan milik korban pun habis dilalap si jago merah yang menyebabkan korban materi bahkan korban jiwa. Salah satu faktor penyebab kebakaran adalah keteledoran manusia. Data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan pada tahun 2016 terdapat 1.047 kasus kebakaran di Jakarta. Listrik menjadi penyebab terbesar kebakaran yaitu sebanyak 754 kasus. Untuk mencegah kebakaran karena konsleting listrik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
- Jangan menempelkan stop kontak bertumpuk-tumpukStop kontak dibebani dengan berbagai peralatan sehingga dapat hangus dan gosong. Untuk itu, Anda harus lebih memahami peralatan listrik yang digunakan sehari-hari. Jangan biarkan stop kontak di rumah Anda terhubung dengan banyak peralatan elektronik. Hal ini dapat menyebabkan korsleting dan terjadi kebakaran.
- Perhatikan sistem kabelJangan biarkan kabel yang sudah rusak tetap Anda gunakan karena serabut-serabut yang ada di dalam kabel tersebut sudah putus. Agar kabel awet dan bisa digunakan lama, sebaiknya jangan sering menggulung kabel.
- Rawatlah instalasi listrik secara berkalaPerawatan instalasi listrik secara berkala untuk mengetahui bila terjadi kerusakan pada kabel atau peralatan listrik misalnya isolasi yang terbuka pada sambungan. Bila memungkinkan gantilah seluruh jalur instalasi setiap lima tahun sekali.
- Matikan segera listrik dari KWH meterBila terjadi kebakaran akibat korsleting listrik akibat pengaman Mini Circuit breaker (MCB) tidak berfungsi dengan baik, matikan segera listrik dari KWH meter. Jangan menyiram sumber kebakaran dengan air bila masih ada arus listrik.