Bercita-cita Menjadi Seorang Pemadam Kebakaran

Cita-cita adalah sesuatu yang ingin dicapai. Biasanya berasal dari harapan terbesar dari mimpi yang ingin terwujud.

Seperti pekerjaan yang menjadi salah satu alasan orang untuk bercita-cita. Misalnya menjadi seorang pemadam kebakaran.

Terkadang, seseorang menetapkan pekerjaan cita-cita tanpa tahu lebih dalam apa yang akan dilakukan.

Pemadam kebakaran menempatkan kehidupan berbahaya setiap hari ketika menyelamatkan nyawa dan properti sambil memerangi api sebelum menyebar.

Ketika melakukannya, hal yang harus didahulukan lazimnya adalah nyawa korban. Sobat Belia pula harus mendalami hati nurani agar pekerjaan dilakukan dengan tulus.

Selain itu, setiap detik adalah waktu yang berharga. Sebab dalam satu detik saja api bisa menyebar secara lebih besar.

Maka, menjadi seorang pemadam kebakaran harus siap dan sigap ketika komando telah diberikan.

Meskipun pemadam kebakaran juga dapat menyelamatkan properti tetapi sebenarnya prioritas terbesar adalah nyawa dan keselamatan semua orang. 

Sobat Belia juga harus bisa merawat orang yang terluka dengan cepat. Hal tersebut pastinya akan dipelajari ketika menjadi seorang pemadam kebakaran.

Jangan sampai takut dengan darah atau enggan menolong sesama menjadi penghalang untuk meneruskan cita-cita.

Hal-hal teknis lainnya seperti mengemudi mobil pemadam, mengendalikan selang air hingga pakaian aman yang wajib dipakai tentu akan menjadi SOP jika memilih pekerjaan ini.

Ditambah, pemadam kebakaran biasanya berlatih kebugaran agar fisik mereka lebih kuat. Jika telah memadamkan api di suatu tempat, terdapat pula seseorang yang bertugas untuk menulis laporan mengenai insiden yang terjadi.

Pemadam kebakaran adalah pekerjaan yang cukup mulia. Sebab tujuan utamanya adalah untuk menolong orang agar dapat berada di tempat yang aman

with@dba